Polusi udara telah menjadi ancaman global yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ekosistem, tetapi juga secara langsung oleh kesehatan manusia. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) secara sistematis melakukan evaluasi dampak kesehatan masyarakat akibat penurunan kualitas udara di berbagai wilayah perkotaan dan industri. Polusi udara, yang sering kali bersifat kasat mata namun sangat mematikan, memerlukan pendekatan evaluasi yang berbasis data empiris untuk merumuskan kebijakan mitigasi yang tepat sasaran bagi pemerintah daerah.
Evaluasi yang dilakukan oleh HAKLI mencakup analisis konsentrasi polutan utama seperti Particulate Matter (PM2.5 dan PM10), nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan ozon permukaan. Partikel halus PM2.5 merupakan fokus utama karena ukurannya yang sangat kecil memungkinkannya masuk ke dalam aliran darah melalui paru-paru, memicu peradangan sistemik dan berbagai penyakit kronis. HAKLI bekerja sama dengan lembaga terkait melakukan pemantauan kualitas udara secara rutin di titik-titik padat lalu lintas dan kawasan industri untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai tingkat paparan masyarakat.
Dalam tahap evaluasi, HAKLI mengaitkan data kualitas udara dengan tren kunjungan pasien di fasilitas kesehatan setempat yang mengalami gangguan pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Pola keterkaitan antara lonjakan polutan dengan peningkatan kunjungan pasien menjadi bukti nyata bagi para pengambil kebijakan mengenai urgensi masalah ini. Selain dampak jangka pendek, HAKLI juga menyoroti potensi dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan lansia yang lebih rentan terhadap paparan polutan kronis.
Hasil evaluasi ini tidak berhenti pada angka-angka statistik. HAKLI aktif memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah, seperti perlunya pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai penyaring polutan alami, pengaturan lalu lintas kendaraan berat di jam-jam tertentu, serta pengetatan izin operasional bagi industri yang tidak memiliki sistem pengendalian emisi yang memadai. Rekomendasi ini didasarkan pada prinsip kehati-hatian (precautionary principle) demi melindungi hak masyarakat untuk menghirup udara bersih dan sehat.
Selain itu, edukasi masyarakat merupakan pilar penting dalam hasil evaluasi tersebut. HAKLI mendorong kesadaran warga mengenai pentingnya penggunaan masker di area dengan tingkat polusi tinggi dan membatasi aktivitas fisik berat saat kualitas udara berada dalam status tidak sehat. Melalui kampanye publik, HAKLI berusaha mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap jejak emisi pribadi, seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan beralih ke transportasi umum atau bersepeda.