Yogyakarta (Jogja), yang dikenal dengan julukan kota pelajar dan kota budaya, kini menghadapi masalah serius yang mengancam citranya: kualitas udara yang semakin memburuk. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Jogja menyoroti secara tajam kontribusi besar Emisi Kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, sebagai pemicu utama degradasi kualitas udara. Berdasarkan data dan kajian lingkungan, HAKLI merekomendasikan satu solusi mendasar: implementasi segera Zona Rendah Emisi (Low Emission Zone/LEZ) di kawasan-kawasan padat dan wisata.
Investigasi HAKLI Jogja menunjukkan bahwa meskipun Jogja bukan kota industri berat, kepadatan lalu lintas dan tingginya jumlah kendaraan pribadi—termasuk motor tua yang tidak terawat—menjadi sumber dominan polutan seperti Partikulat Meter (PM2.5), Nitrogen Oksida (NOx), dan Karbon Monoksida (CO). Polutan-polutan ini, yang sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar, terperangkap di kawasan perkotaan yang padat, mengancam kesehatan pernapasan, terutama anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, pengendalian langsung terhadap Emisi Kendaraan adalah langkah yang tidak bisa ditunda lagi.
Zona Rendah Emisi (ZRE) adalah strategi perkotaan yang terbukti efektif secara global untuk membatasi atau melarang kendaraan yang tidak memenuhi standar emisi tertentu untuk memasuki area tertentu pada waktu tertentu. Rekomendasi HAKLI adalah penerapan ZRE di kawasan-kawasan sensitif seperti Malioboro, sekitar Keraton, dan area kampus utama. Kendaraan yang akan diizinkan masuk harus lolos uji emisi berkala dan memenuhi standar minimum yang ditetapkan (misalnya, standar EURO 3 atau EURO 4). Penerapan ZRE secara bertahap ini dapat memaksa pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan mesin yang lebih baik atau beralih ke moda transportasi yang lebih bersih.
Untuk mendukung implementasi Zona Rendah Emisi, HAKLI mendesak Pemerintah Kota Jogja untuk berinvestasi lebih serius dalam transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan berbasis energi bersih (listrik atau gas). Peningkatan konektivitas dan kenyamanan transportasi publik akan memberikan alternatif yang menarik bagi masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadinya. Selain itu, Rekomendasi HAKLI juga mencakup pembangunan infrastruktur yang aman bagi pejalan kaki dan pesepeda, sejalan dengan upaya mengurangi Emisi Kendaraan.
HAKLI Jogja menegaskan bahwa Zona Rendah Emisi bukan hanya kebijakan lingkungan, tetapi juga investasi untuk masa depan pariwisata dan kesehatan kota. Dengan mengurangi Emisi Kendaraan secara signifikan, Jogja dapat memulihkan kualitas udaranya, menjamin kesehatan warganya, dan mempertahankan citra sebagai kota yang nyaman dan layak huni di masa depan. Tindakan tegas dan cepat kini dibutuhkan untuk memastikan udara yang bersih di setiap sudut kota pelajar ini.