HAKLI Yogyakarta Evaluasi Pengolahan Limbah Cair Industri Perak

Industri kerajinan perak merupakan salah satu sektor kebudayaan dan ekonomi unggulan yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menerapkan filtrasi limbah pewarna batik cegah cemar sumur warga, penanganan limbah kriya perak membutuhkan perhatian khusus. HAKLI Yogyakarta melakukan evaluasi pengolahan limbah cair industri perak guna meminimalisir pencemaran logam berat beracun ke lingkungan pemukiman.

Proses pembuatan kerajinan perak melibatkan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti sianida, asam nitrat, dan berbagai jenis logam berat dalam tahap penyepuhan. Limbah cair hasil pembilasan yang langsung dibuang tanpa pengolahan dapat mencemari air tanah dan membahayakan kesehatan warga pengguna sumur dangkal. Tim HAKLI memeriksa instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) di pusat-pusat sentra perak.

Evaluasi teknis mencakup efektivitas proses netralisasi asam-basa, pengendapan kimiawi, serta proses penyerapan logam berat menggunakan karbon aktif atau resin penukar ion. Sampel air limbah sebelum dan sesudah pengolahan diambil untuk diuji parameter kandungan Perak (Ag), Tembaga (Cu), Sianida (CN), serta derajat keasaman (pH). Air olahan harus memenuhi batas aman lingkungan.

Auditor memberikan rekomendasi pembenahan IPAL komunal bagi para perajin perak skala kecil agar dapat mengolah limbah secara terpadu dan hemat biaya. Edukasi mengenai pentingnya penggunaan APD saat menangani zat kimia berbahaya juga disampaikan kepada para pekerja perajin. Pendampingan berkelanjutan dilakukan agar produksi perak tetap ramah lingkungan.

Penerapan teknologi pengolahan limbah yang efisien terbukti berhasil menurunkan tingkat cemaran logam berat pada muara pembuangan air warga. Keberlanjutan industri kerajinan perak dapat berjalan harmonis dengan kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Keseimbangan ekologi dan ekonomi kreatif terus dijaga.

Evaluasi pengolahan limbah cair industri perak oleh HAKLI Yogyakarta mempertegas pentingnya sanitasi industri kreatif. Pengawasan lingkungan yang konsisten memastikan warisan budaya perak Yogyakarta tetap aman dan berwawasan lingkungan.