Edukasi merupakan fondasi krusial dalam upaya kolektif menjaga alam dan melestarikan lingkungan demi keberlangsungan hidup. Tanpa pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga ekosistem dan dampak dari tindakan manusia, upaya pelestarian akan sulit mencapai hasil maksimal. Di Desa Makmur Lestari, sebuah inisiatif edukasi lingkungan telah membuktikan bahwa kesadaran dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk menjaga alam sekitar.
Salah satu program yang berjalan adalah “Sekolah Lapang Lingkungan” yang melibatkan warga dari berbagai usia. Setiap bulan, pada hari Minggu ketiga, pukul 08.00 pagi, para peserta berkumpul di pusat komunitas untuk mengikuti sesi diskusi dan praktik langsung. Pada Minggu, 20 Juli 2025, fokus sesi adalah tentang pengolahan limbah organik menjadi kompos, dengan fasilitator dari Kelompok Tani Hijau Makmur, Bapak Sutrisno. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan praktis untuk menjaga alam dari tingkat rumah tangga.
Selain itu, program “Duta Lingkungan Cilik” di tingkat Sekolah Dasar setempat juga berperan penting. Anak-anak diajarkan untuk menjadi agen perubahan kecil dengan mengkampanyekan pentingnya kebersihan dan pengurangan sampah di lingkungan sekolah dan rumah mereka. Pada Jumat, 15 Agustus 2025, pukul 09.00 WIB, mereka akan melakukan kunjungan edukasi ke tempat pengolahan sampah terpadu kota, didampingi oleh Ibu Guru Rina Wijayanti. Kunjungan ini bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung proses pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan.
Untuk memperkuat kesadaran hukum dan partisipasi masyarakat, pihak berwenang juga turut dilibatkan. Pada Kamis, 28 Agustus 2025, pukul 14.00 WIB, Kepala Kepolisian Sektor Makmur Lestari, Bapak Kompol Andi Prasetyo, akan memberikan sosialisasi kepada warga tentang peraturan terkait perusakan lingkungan dan bagaimana peran aktif masyarakat dapat membantu pencegahan. Melalui kolaborasi antara edukasi formal dan informal, serta dukungan dari aparat penegak hukum, Desa Makmur Lestari menunjukkan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kesadaran dan tindakan nyata.