Masalah pembuangan sampah liar di sudut-sudut kota sering kali sulit diatasi karena pelaku yang sulit tertangkap basah. Di Yogyakarta, HAKLI cabang Jogja mengambil inisiatif untuk menerapkan pengawasan berbasis teknologi sebagai bentuk langkah tegas dalam menindak para pembuang sampah sembarangan. Dengan memasang jaringan CCTV di titik-titik yang sering menjadi lokasi pembuangan ilegal, diharapkan perilaku buruk ini dapat ditekan secara signifikan sekaligus memberikan efek jera yang nyata kepada oknum yang tidak bertanggung jawab.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan para ahli kesehatan lingkungan terhadap perilaku sebagian masyarakat yang masih memilih cara instan dengan membuang sampah di lahan kosong atau pinggir sungai. Padahal, tindakan tersebut sangat merugikan lingkungan sekitar dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit melalui vektor seperti tikus dan lalat. HAKLI Jogja bekerja sama dengan komunitas warga setempat untuk mengidentifikasi “titik hitam” atau area yang paling sering dijadikan sasaran pembuangan liar. CCTV kemudian dipasang secara strategis agar setiap pergerakan yang mencurigakan dapat terekam dengan jelas.
Tujuan utama dari pemasangan kamera pengawas ini bukan semata-mata untuk menghukum, tetapi untuk menciptakan lingkungan yang diawasi oleh masyarakat itu sendiri. Setiap rekaman yang menunjukkan identitas pelaku akan diserahkan kepada pihak berwenang di tingkat kelurahan atau kecamatan. Di Jogja, sistem pengawasan ini didukung oleh kebijakan lokal yang memberikan sanksi tegas bagi pelanggar, mulai dari teguran hingga tindakan hukum. Dengan adanya bukti visual yang kuat, pelaku tidak lagi bisa mengelak atau menyangkal perbuatannya, sehingga penegakan aturan menjadi lebih efektif dan transparan.
Selain aspek pengawasan, penggunaan teknologi ini juga berfungsi untuk memetakan perilaku warga. Tim ahli dari HAKLI dapat menganalisis waktu-waktu tersering terjadinya pembuangan sampah ilegal. Data ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk memperketat patroli atau meningkatkan edukasi di jam-jam tertentu. Misalnya, jika pembuangan sampah sering terjadi pada malam hari, maka pihak RT/RW setempat akan diminta untuk mengaktifkan kembali ronda malam atau menempatkan lampu penerangan tambahan di area tersebut, sehingga potensi tindakan pelanggaran menjadi berkurang secara alami.
Program ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Warga merasa lebih aman dan nyaman karena lingkungan mereka kini terjamin kebersihannya. Selain itu, pemasangan CCTV juga membuat warga merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk ikut menjaga lingkungan.