Workshop HAKLI di SMPN 1 Purworejo: Inovasi Septic Tank Ramah Lingkungan

Kegiatan ini melibatkan narasumber ahli dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) yang membedah kelemahan sistem sanitasi lama. Di SMPN 1 Purworejo, para peserta workshop yang terdiri dari staf sarana prasarana, guru, dan perwakilan siswa diajarkan mengenai Inovasi Septic Tank yang menggunakan teknologi biostatik atau sistem filtrasi bertingkat. Teknologi ini memastikan bahwa limbah cair yang keluar dari tangki sudah melalui proses dekomposisi bakteri yang sempurna dan penyaringan mekanis, sehingga air yang meresap ke dalam tanah tidak lagi mengandung bakteri patogen berbahaya seperti E. coli yang dapat memicu wabah penyakit pencernaan di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, tim ahli dari HAKLI menekankan bahwa sistem pembuangan yang Ramah Lingkungan harus memiliki desain yang kedap air untuk mencegah kontaminasi silang dengan sumur air bersih. Siswa diberikan pemahaman teknis mengenai jarak aman antara lokasi pembuangan dengan sumber air minum, serta cara melakukan pemeliharaan rutin agar sistem tidak mengalami penyumbatan. Edukasi ini sangat penting mengingat Purworejo merupakan wilayah yang memiliki karakteristik air tanah yang digunakan secara luas oleh masyarakat. Dengan memperbaiki sistem dari unit terkecil seperti sekolah, risiko pencemaran lingkungan secara makro dapat ditekan secara signifikan melalui tindakan preventif yang saintifik.

Pelaksanaan workshop di wilayah Purworejo ini juga mencakup simulasi pembuatan filter alami untuk Septic Tank menggunakan media pasir, kerikil, dan arang aktif sebagai bagian dari sistem pengolahan limbah. Para Siswa dilatih untuk memahami prinsip kerja kapilaritas dan filtrasi biologis. Pengalaman praktis ini memberikan wawasan baru bahwa masalah limbah dapat diatasi dengan kreativitas dan pengetahuan teknik yang tepat. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga menjadi laboratorium hidup di mana solusi lingkungan diterapkan secara nyata. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri siswa untuk berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan di tempat tinggal mereka masing-masing.

Dampak jangka panjang dari workshop ini adalah terciptanya standar baru dalam pengelolaan fasilitas sanitasi sekolah. Pihak manajemen sekolah berkomitmen untuk melakukan renovasi bertahap pada seluruh unit toilet dengan mengadopsi hasil rekomendasi dari para ahli kesehatan lingkungan. Dukungan dari komite sekolah juga mengalir deras karena para orang tua menyadari bahwa kesehatan anak-anak mereka sangat bergantung pada kualitas sanitasi di sekolah. Lingkungan yang bersih dan sistem pembuangan yang tertata rapi akan menciptakan atmosfer belajar yang lebih bermartabat, di mana bau tidak sedap dan risiko infeksi dapat dieliminasi sepenuhnya dari area pendidikan.